Kemarin-kemarin kami berteman

Sekarangpun kami masih berteman

Dan esok haripun kami akan tetap berteman

 

Teman sehidup semati

Teman dikala senang maupun susah

 

 

Pedurenan Mesjid 2, 03 Januari 2011

 


Sejak dari awal mula 3 tahun yang lalu, aku “dijanjikan” sesuatu yang mungkin bagi setiap orang merupakan sebuah impian, maka dari itu akupun mulai mempersiapkan segala sesuatunya terutama berkaitan dengan kemampuan komunikasi, tiap-tiap malam atau disela-sela luangnya waktu aku sempatkan diri untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi, karena kemampuan berkomunikasi ini merupakan salah-satu syarat mutlak yang harus dikuasai untuk menggapai apa yang dijanjikan itu. Selain dari terus mengasah kemampuan, ada satu hal yang terus-menerus aku lakukan yaitu selalu untuk tetap berdo’a agar dimudahkan dan dilancarkan. Bahkan empat bulan terakhir, tepatnya pada bulan syawal, aku fokuskan untuk bersilahturahmi kepada orangtua-orangtuaku yang aka dikampung untuk ngalap barokah seraya meminta do’a agar diberikan kebaikan-kebaikan oleh Allah SWT, karena aku yakin do’a para orangtua sangatlah mustajab, tak lupa pula aku mintakan do’a dari teman-teman aku semoga apa yang aku cita-citakan segera tercapai.

Hari yang dijanjikan itupun semakin hari semakin mendekat, hari-haripun mulai disibukkan dengan segala bentuk persiapan yang diperlukan, pengurusan dokumen-dokumen telah diselesaikan dengan baik, berkas-berkas Continue reading ‘Tertundanya Sesuatu Yang Teristimewa’


Malam ini sebetulnya malam biasa seperti malam yang sudah-sudah, hanya memandang kosongnya dinding kamar yang memang tidak terdapat pajangan apapun dalam isi kamar, kurebahkan badan ini menghadap ke kanan dengan berbantalkan sebelah tangan berharap bisa memejamkan mata, namun tetap saja mata ini tidak bisa menutup dengan rapat. Kerebahkan badan ini menghadap kelangit-langit kamar dan kedua buah tanganku menyangga kepala, lalu aku mulai kembali untuk memejamkan mata, kembali berharap untuk dapat merapatkan kelopak mata dengan sempurna. Tetap saja mata ini tidak mau terpejam. Pada akhirnya kubuka mata ini dan kunyalakan lampu kecilku hingga suasana kamar menjadi temaram. Continue reading ‘Aku Harus Datang!’


Assalamu’alaikum,

Segala puji aku panjatkan kehadirat Allah Ajja wajala yang telah memberikan kesehatan sehingga aku dapat beribadah kepadaNya semampuku. Shalawat serta salam aku sampaikan kepada junjungan Nabi Muhammad shalallahu’alaihi wassalam, keluarga dan para sahabat serta para pengikut-pengikutnya hingga akhir jaman.

Wahai ibuku..
Aku menuliskan surat ini manakala dirundung kegelisahan dalam menghadapi hidup ini. Semenjak Aku harus meninggalkan rumah dimana aku dibesarkan dengan kasih sayangmu untuk mengarungi hidup ini, tiap-tiap malam aku selalu teringat akan dirimu, juga ayah. Kain sarung yang engkau berikan kepadaku menjadi penghapus air mata ketika aku meneteskan air mata jika aku teringat akan dirimu. Aku mencoba menulis dan menggoreskan pena diatas secarik kertas ini, sekalipun keraguan dan rasa segan hinggap, akankah engkau membacanya secara seksama.

Continue reading ‘Surat untukmu, Ibu!’


 

Tapak Ibrahim

Tapak Ibrahim

Ibrahim salah satu sosok teladan paling baik. Ketaatan dan keimanan yang luar biasa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala mewujud pada tindakan yang niscaya akan teramat berat ditunaikan oleh manusia pada umumnya. Ujian datang bertubi-tubi, puncak dari ujian dari segala ujian adalah Ibrahim diperintahkan untuk menyembelih putranya sendiri, Ismail.

Mungkin inilah perintah paling “gila” dari Tuhan, anggapan bagi sebagian umat manusia. Betapa tidak, seorang ayah harus menyembelih anaknya yang merupakan pewaris tahta kerajan keluarga, baik-buruknya perilaku anak kadangkala mematikan akal pikiran sehat Continue reading ‘Tapak Ibrahim (Pengorbanan Cinta)’


Ayah! Kata kakek engkau merupakan lelaki terhebat yang pernah dia miliki. Lantas apa yang menyebabkan engkau dibilang paling hebat? Jawab kakek, karena ayahmu ketika masih muda sudah bisa menghidupi dirinya sendiri dan tidak pernah menyusahkan kakek dan nenek.

Ayah! Kata nenek engkau merupakan lelaki terkuat yang pernah dimiliki. Lantas apa yang menyebabkan engkau dibilang paling kuat? Jawab nenek, karena ayahmu ketika masih muda sering membantu kakek dan nenek diladang, dia sering memikul beban-beban yang melebihi batas kemampuan seorang anak kecil. Bahkan ayahmu banyak membantu saudara-saudaranya untuk meringankan apa yang menjadi beban mereka. Continue reading ‘Ayah, Ibu! Ajari Aku!’


Pagi hari tak kalah sibuk lelaki tua itu berkativitas untuk mengais rezeki sebagaimana layaknya orang-orang kebanyakan. Dalam gerobaknya terlihat seonggok tubuh yang sepertinya sedang mendekap seorang anak kecil. Oh..rupanya itu istrinya dan anaknya yang masih tertidur pulas bercampur baur dengan barang rongsok yang dipungut dari sisa-sisa sampar dipinggir jalan. Aku melihatnya sepintas lalu dalam sebuah bis kota ketika akan pergi untuk beraktivitas. Continue reading ‘Lelaki Tua Itu! Tak sedikitpun aku menaruh iba padanya.’


Kini engkau pun telah tahu duhai gadis pujaanku, setelah aku mengungkapkan perasaanku untuk memantapkan hati mengajakmu untuk meyempurnakan separuh dien kita.

Mengapa aku memilih mu?

  • Aku memilihmu karena engkau taat dalam beragama, keyakinanku shalatmu tak pernah lalai dan bahkan qiyamul lail pun engkau sangat rajin.
  • Aku memilihmu karena engkau dari lingkungan yang baik, keluargamu menunaikan syari’at Islam dengan baik.
  • Aku memilihmu karena engkau seorang penyabar, hatimu begitu lapang menerima kepahitan, kesulitan dan rintangan tanpa keluh kesah dan jengkel. Continue reading ‘Maafkan Bila Aku Memilihmu!’

Alhamdulillah ya Allah, salah satu perasan berdosa itu telah tertebus satu demi satu, masih banyak tingkah laku dan lisan yang mungkin langsung maupun tidak langusng mengecewakan orang lain.

Hari ini orang yang telah terdzolimi secara bathiniah yang mana kehidupan sehari-harinya pastilah terganggu oleh perilaku saya pribadi yang mengundang banyak fitnah-fitnah hinggap pada dirinya. Hingga pada akhirnya mungkin menjadikan salah satu alasan baginya untuk menunda menyelesaikan salah satu tugas mulianya. Continue reading ‘Menebus Dosa pada Kawanku (1)’


Mengapa Tuhan?

05Agu10

Seorang anak yang membacok orangtuanya

Ayah yang memperkosa anak perempuannya

Ibu yang membekap anaknya hinga tewas

Kakak laki-laki memperkosa adik perempuannya

Berita yang tak habis-habisnya, seolah-olah kejadian tersebut menjadi sebuah jati diri bangsa kita.

Kemiskinan…kemiskinan…kemiskinan lah penyebabnya!

Butakah kedua bola mata para pemimpin kita

Tulikah kedua telingan para pemimpin kita Continue reading ‘Mengapa Tuhan?’




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.