Ayah, Ibu! Ajari Aku!
Ayah! Kata kakek engkau merupakan lelaki terhebat yang pernah dia miliki. Lantas apa yang menyebabkan engkau dibilang paling hebat? Jawab kakek, karena ayahmu ketika masih muda sudah bisa menghidupi dirinya sendiri dan tidak pernah menyusahkan kakek dan nenek.
Ayah! Kata nenek engkau merupakan lelaki terkuat yang pernah dimiliki. Lantas apa yang menyebabkan engkau dibilang paling kuat? Jawab nenek, karena ayahmu ketika masih muda sering membantu kakek dan nenek diladang, dia sering memikul beban-beban yang melebihi batas kemampuan seorang anak kecil. Bahkan ayahmu banyak membantu saudara-saudaranya untuk meringankan apa yang menjadi beban mereka.
Ayah! Kata ibu engkau merupakan lelaki terkasih yang pernah dimiliki. Kata ibu karena engkau begitu menyayangi keluarganya, dia begitu bertanggung jawab menghidupi keluarganya. Ayah begitu memuliakan ibu dengan menghormati kedua orang tua ibu dan mengurus dan membimbing adik-adik bagaimana caranya untuk berusaha.
Ibu! Kata kakek engkau merupakan wanita tertabah yang pernah dia miliki. Lantas apa yang menyebabkan engkau dibilang paling tabah? Jawab kakek, karena ibumu ketika masih muda bisa menjaga perasaan kakek dan nenek walaupun keadaan yang di terima tidak sesaui dengan apa yang ia harapkan.
Ibu! Kata nenek engkau merupakan wanita tersabar yang pernah dimiliki. Lantas apa yang menyebabkan engkau dibilang paling sabar? Jawab nenek, karena ibumu ketika masih muda selain suka membantu meringankan beban orang tua, juga bilamana kakek dan nenek sering tidak ada dirumah, ibumu selalu mengurus adik-adiknya yang semuanya laki-laki yang masih kecil-kecil untuk memandikannya, memasakkan makanan, dan juga menemani mereka bermain hingga kakek-dan nenek pulang kerumah malam hari, dan tidak lupa pula ibu melayani kakek dan nenek hingga mereka berdu’a beranjak keperaduan.
Ibu! Kata ayah engkau merupakan wanita tersayang yang pernah dimiliki. Kata ayah, ibu begitu ikhlas ketika diajak ayah untuk mengarungi hidup ini walaupun ayah tidak memiliki sesuatupun yang bisa dibanggakan. Ketika rumah tangga ayah dan ibu diterpa berbagai cobaaan, ibu masih tetap sanggup tegar dengan menampilkan rona senyuman manis walaupun apa yang mereka alami begitu pahit untuk dirasakan. Bahkan ketika kami anak-anaknya yang ketika kecil sering sakit-sakitan sedang ayahpun tidak mempunyai kepastian pekerjaan, ibu masih tetap merawat, memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya dan memberikan dorongan kepada ayah untuk tetap berusaha dan tawakal.
Ayah, Ibu! Ajari Aku untuk menjadi seperti engkau berdua orang yang hebat, kuat, kasih, tabah, ikhlas dan tersayang..
“Ya Allah berikanlah kebahagian kepada mereka berdua dalam menikmati masa tuanya.” “Ya allah berikanlah kekuatan kepada hammba untuk dapat memulikan mereka berdu’a.” “Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” “Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.” “Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku dan kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”Robbanaghfir lii wa lii waalidayya wa lilmu’miniina yawma yaquumul hisaab Robbighfir lii wa li waalidayya wa li man dakhola baytiya mu’minan wa lilmu’miniina wal mu’minaati wa laa tazidizh zhoolimiina illa tabaaro Robbighfir lii wa li waalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo
Filed under: Tidak terkategori | Leave a Comment




No Responses Yet to “Ayah, Ibu! Ajari Aku!”