Tapak Ibrahim (Pengorbanan Cinta)

22Nov10

 

Tapak Ibrahim

Tapak Ibrahim

Ibrahim salah satu sosok teladan paling baik. Ketaatan dan keimanan yang luar biasa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala mewujud pada tindakan yang niscaya akan teramat berat ditunaikan oleh manusia pada umumnya. Ujian datang bertubi-tubi, puncak dari ujian dari segala ujian adalah Ibrahim diperintahkan untuk menyembelih putranya sendiri, Ismail.

Mungkin inilah perintah paling “gila” dari Tuhan, anggapan bagi sebagian umat manusia. Betapa tidak, seorang ayah harus menyembelih anaknya yang merupakan pewaris tahta kerajan keluarga, baik-buruknya perilaku anak kadangkala mematikan akal pikiran sehat bagi kedua orangtuanya. Terlebih Ismail bagi Ibrahim merupakan sosok yang dinanti-nanti dan diidam-idamkan dalam jangka waktu lama, bahkan cintapun menjadi korban untuk mendapatkan seorang Ismail. Nabi Ibrahim harus membagi cintanya antara Siti Hajar dengan Siti Sarah yang memang pada waktu itu perkawinan antara Ibrahim dan Siti Hajar belum dikaruaniai seorang anak, harapan Siti Hajar apabila Ibrahim menikahi Siti Sarah akan dikaruniai seorang anak. Padahal ada keengganan dalam diri Ibrahim untuk menikahi Siti Sarah, tetapi atas permintaan Siti Hajar, Ibrahim akhirnya menikahi Siti Sarah walaupun sebenarnya begitu besar cinta Ibrahim kepada Siti Hajar, dan dia Ibrahim hanya ingin menghabiskan masa tuanya hanya dengan Siti Hajar seorang.

 

Tidak sampai disitu pengorbanan cinta Ibrahim dikorbankan, Ismail yang sangat didambakan dan sangat dicintai, pada kenyataannya harus disembelih atas nama perintah Tuhan. Manusia mana yang tega untuk menyembelis sesama manusia apabila memiliki akal pikiran yang sehat, terlebih yang akan disembelih meruapan darah dagingnya sendiri. Bukankan harimau saja yang tidak dikaruniai akal pikiran masih tidak tega untuk memangsa anaknya sendiri. Bahkan ayat Al-Qur’an pun dalam Surat Al-Imran ayat 14 bahwa dijadikannya indah pada diri manusia kecintaan terhadap wanita-wanita, anak-anak dan harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang, ini semua merupakan kesenanagan yang ada di dunia. Sungguh ujian yang teramat sangat berat, akan tetapi karena kesabaran Ibrahim lah dan keikhlasan Ismail lah yang mengantarkan mereka berdua untuk menuju keridhoan Allah SWT, tempat kembali yang baik.

Ibrahim, Siti Hajar dan Ismail merupakan simbol kesabaran, ketabahan dan keiklasan, mereka sanggup mengorbankan segala cinta-cinta kepemilikian yang semu, demi meraih cinta sang pemilik alam raya ini sebagai tempat kembali sebaik-baiknya tempat melainkan kepada-NYa.Wallahualam

  • Rabbana innana amanna faghfir lana dhunuubana wa qinna ‘adhaban Naar.
  • Ya muqolibal qulub, tsabbit qolbi ‘ala diinik
  • Allahumma inni as aluka hubbaka wa hubba mayyuhibbuka wa al ’amalu al lazi yu balliguni hubbaka, Allahumma aj’al hubbaka ahabba ilayya min nafsi wa ahli wa min al maa il baaridi.
  • Amien Ya Rabbal’alamin.


No Responses Yet to “Tapak Ibrahim (Pengorbanan Cinta)”

  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.