<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>odink&#039;s site</title>
	<atom:link href="http://odink.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://odink.wordpress.com</link>
	<description>belajar untuk memahami</description>
	<lastBuildDate>Thu, 06 Oct 2011 07:34:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='odink.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>odink&#039;s site</title>
		<link>http://odink.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://odink.wordpress.com/osd.xml" title="odink&#039;s site" />
	<atom:link rel='hub' href='http://odink.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sajak Hari Kemarin, Hari Ini dan Hari Esok</title>
		<link>http://odink.wordpress.com/2011/01/03/sajak-hari-kemarin-hari-ini-dan-hari-esok/</link>
		<comments>http://odink.wordpress.com/2011/01/03/sajak-hari-kemarin-hari-ini-dan-hari-esok/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Jan 2011 02:43:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>odink</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://odink.wordpress.com/?p=197</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin-kemarin kami berteman Sekarangpun kami masih berteman Dan esok haripun kami akan tetap berteman &#160; Teman sehidup semati Teman dikala senang maupun susah &#160; &#160; Pedurenan Mesjid 2, 03 Januari 2011 &#160;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=odink.wordpress.com&amp;blog=460780&amp;post=197&amp;subd=odink&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin-kemarin kami berteman</p>
<p>Sekarangpun kami masih berteman</p>
<p>Dan esok haripun kami akan tetap berteman</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Teman sehidup semati</p>
<p>Teman dikala senang maupun susah</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pedurenan Mesjid 2, 03 Januari 2011</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/odink.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/odink.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/odink.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/odink.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/odink.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/odink.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/odink.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/odink.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/odink.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/odink.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/odink.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/odink.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/odink.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/odink.wordpress.com/197/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=odink.wordpress.com&amp;blog=460780&amp;post=197&amp;subd=odink&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://odink.wordpress.com/2011/01/03/sajak-hari-kemarin-hari-ini-dan-hari-esok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/166c40293734d6870d34e8d85bc8c784?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">odink</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tertundanya Sesuatu Yang Teristimewa</title>
		<link>http://odink.wordpress.com/2010/12/23/tertundanya-sesuatu-yang-teristimewa/</link>
		<comments>http://odink.wordpress.com/2010/12/23/tertundanya-sesuatu-yang-teristimewa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Dec 2010 05:04:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>odink</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://odink.wordpress.com/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[Sejak dari awal mula 3 tahun yang lalu, aku “dijanjikan” sesuatu yang mungkin bagi setiap orang merupakan sebuah impian, maka dari itu akupun mulai mempersiapkan segala sesuatunya terutama berkaitan dengan kemampuan komunikasi, tiap-tiap malam atau disela-sela luangnya waktu aku sempatkan diri untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi, karena kemampuan berkomunikasi ini merupakan salah-satu syarat mutlak yang harus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=odink.wordpress.com&amp;blog=460780&amp;post=190&amp;subd=odink&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://yogasdesign.files.wordpress.com/2008/11/siluet_11.jpg"><img class="alignleft" title="Tertundanya Sesuatu Yang Teristimewa" src="http://yogasdesign.files.wordpress.com/2008/11/siluet_11.jpg?w=120&#038;h=160" alt="" width="120" height="160" /></a>Sejak dari awal mula 3 tahun yang lalu, aku “dijanjikan” sesuatu yang mungkin bagi setiap orang merupakan sebuah impian, maka dari itu akupun mulai mempersiapkan segala sesuatunya terutama berkaitan dengan kemampuan komunikasi, tiap-tiap malam atau disela-sela luangnya waktu aku sempatkan diri untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi, karena kemampuan berkomunikasi ini merupakan salah-satu syarat mutlak yang harus dikuasai untuk menggapai apa yang dijanjikan itu. Selain dari terus mengasah kemampuan, ada satu hal yang terus-menerus aku lakukan yaitu selalu untuk tetap berdo’a agar dimudahkan dan dilancarkan. Bahkan empat bulan terakhir, tepatnya pada bulan syawal, aku fokuskan untuk bersilahturahmi kepada orangtua-orangtuaku yang aka dikampung untuk ngalap barokah seraya meminta do’a agar diberikan kebaikan-kebaikan oleh Allah SWT, karena aku yakin do’a para orangtua sangatlah mustajab, tak lupa pula aku mintakan do’a dari teman-teman aku semoga apa yang aku cita-citakan segera tercapai.</p>
<p style="text-align:justify;">Hari yang dijanjikan itupun semakin hari semakin mendekat, hari-haripun mulai disibukkan dengan segala bentuk persiapan yang diperlukan, pengurusan dokumen-dokumen telah diselesaikan dengan baik, berkas-berkas <span id="more-190"></span>pendaftaranpun sudah semuanya lengkap, rasanya tidak ada kekurangan sesuatu apupun perihal dengan dokumen-dokumen yang diperlukan, semua persyaratan telah terpenuhi. Kini dengan rasa optimisme yang tinggi aku menunggu hari yang dinantikan itu. Dalam penantian hari yang dijanjikan itu aku terus berdo’a dan berdo’a semoga apa yang aku cita-citakan dilancarkan dan dijauhkan dari halangan yang bakal melintangi perjalanan menuju pencapaian apa yang dicita-citakan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Hari yang dijanjikanpun semakin mendekat, sebuah surat akan segera aku dapatkan yang berisi sebuah penawaran, kalau memang aku ingin segera mencapai apa yang diinginkan agar segera melakukan apa yang diisyaratkan dalam surat itu. Surat itu sudah ada ditangan, perlahan aku buka dengan penuh harapan surat itu memang betul-betul surat penawaran yang memang menawarkan aku untuk segera mempersiapkan segala sesuatunya agar aku dapat meraih apa yang ”dijanjikan”. Namun setelah surat penawaran itu aku baca secara seksama ternyata surat itu memang menawarkan aku untuk segera memenuhi penawaran ini dengan ada salah satu ”syarat khusus” yang harus segera dipenuhi sesegera mungkin, untuk melancarkan proses pencapaian apa yang di janjikan itu, dan apabila ”syarat khusus” ini tidak segera dipenuhi makan diberikan kesempatan sampai dengan 6 bulan kedepan, artinya masih ada kesempatan sampai bulan juni 2010 untuk segera memenuhi persyaratan khusus itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Segala daya upaya aku lakukan untuk memenuhi persyaratan khusus itu, namun seakan-akan semua jalan sepertinya menutup langkah untuk memenuhi persyaratan itu, yang pada akhirnya menutup jalan sementara untuk menggapai apa yang aku cita-citakan. Pada Akhirnya akupun memutuskan utnuk menunda keberangkan menuju pencapaian apa yang dicita-citakan hingga 6 bulan kedepan, dengan berusaha untuk selalu meningkatkan kualitas diri hingga mencapai persyaratan yang ditentukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun pada akhirnya segala sesuatu tentunya ada hikmahnya. Dibalik tertundanya keberangkatan pencapaian cita-cita ini ada sesuatu yang hendak Allah tunjukkan kepada hambaNya bahwa apa yang menjadi sebuah kebaikan bagi kita sebagai hambaNya, belum tentu baik dimata Allah, begitupun juga sebaliknya apa yang menjadi sebuah keburukan bagi hambaNya justru akan menjadi sebuah kebaikan dimata Allah SWT. Dan pada akhirnya permohonan kita melalui do’a-do’apun Allah berkehendak <em>Pertama</em>, Allah mengabulkan do’anya secara langsung begitu selesai dia sampaikan sesuai dengan permohonannya. <em>Kedua</em>, ditunda sampai Allah menghendaki untuk mengabulkannya pada saat dia sangat membutuhkan <em>Ketiga,</em> ditangguhkan sampai datang Hari Kiamat sebagai catatan amalnya yang dapat menyelamatkannya dari api neraka. Maka dari itu akupun mulai menyerahkan segala sesuatunyu hanya kepada Allah Yang Maha Mengetahui dan Maha Kuasa atas segalanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain keyakinan diatas yang memang sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi tentang keimanan terhadap Allah, Namun ada yang menjadi kegelisahan dalam diri ini tentang lika-likunya perjalan hidup ini, bisa jadi apa yang kita cita-citakan memang tertunda atau bahkan tidak tercapai sama sekali diakibatkan karena ada salah satu diantara teman kita, orang tua, keluarga atau bahkan oranglain sekalipun yang tidak meridoi terhadap keingingan untuk mencapai keinginan yang kita cita-citakan. Mereka mungkin pernah tersakiti hatinya oleh ucapan ataupun tindakan kita, sehingga memunculkan kebencian terhadap kita lalu secara reflek diapun mendo’akan kita atas ketidak rido’annya, padahal kita sama-sama telah mengetahui bahwa salah satu doa yang diijabah dan tidak ada hijab diantara do’a dengan Allah adalah do’anya orang yang teranianya.</p>
<p style="text-align:justify;">Perasaan berdosa itu selalu menghinggapi hingga saat ini, terlepas dari keingingan diri untuk melancarkan segala urusan, yang jelas aku hanya ingin menggapai rido Allah SWT dalam mengarungi kehidupan ini. Maafkan aku bagai siapa saja yang pernah tersakiti oleh laku lampahku.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/odink.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/odink.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/odink.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/odink.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/odink.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/odink.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/odink.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/odink.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/odink.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/odink.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/odink.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/odink.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/odink.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/odink.wordpress.com/190/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=odink.wordpress.com&amp;blog=460780&amp;post=190&amp;subd=odink&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://odink.wordpress.com/2010/12/23/tertundanya-sesuatu-yang-teristimewa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/166c40293734d6870d34e8d85bc8c784?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">odink</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yogasdesign.files.wordpress.com/2008/11/siluet_11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tertundanya Sesuatu Yang Teristimewa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku Harus Datang!</title>
		<link>http://odink.wordpress.com/2010/12/15/aku-harus-datang/</link>
		<comments>http://odink.wordpress.com/2010/12/15/aku-harus-datang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Dec 2010 16:20:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>odink</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://odink.wordpress.com/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[Malam ini sebetulnya malam biasa seperti malam yang sudah-sudah, hanya memandang kosongnya dinding kamar yang memang tidak terdapat pajangan apapun dalam isi kamar, kurebahkan badan ini menghadap ke kanan dengan berbantalkan sebelah tangan berharap bisa memejamkan mata, namun tetap saja mata ini tidak bisa menutup dengan rapat. Kerebahkan badan ini menghadap kelangit-langit kamar dan kedua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=odink.wordpress.com&amp;blog=460780&amp;post=187&amp;subd=odink&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://image.shutterstock.com/display_pic_with_logo/78430/78430,1183065430,1/stock-vector-silhouette-of-hands-throwing-graduation-caps-in-the-air-3633341.jpg"><img class="alignleft" title="Aku Harus Datng" src="http://image.shutterstock.com/display_pic_with_logo/78430/78430,1183065430,1/stock-vector-silhouette-of-hands-throwing-graduation-caps-in-the-air-3633341.jpg" alt="" width="137" height="151" /></a>Malam ini sebetulnya malam biasa seperti malam yang sudah-sudah, hanya memandang kosongnya dinding kamar yang memang tidak terdapat pajangan apapun dalam isi kamar, kurebahkan badan ini menghadap ke kanan dengan berbantalkan sebelah tangan berharap bisa memejamkan mata, namun tetap saja mata ini tidak bisa menutup dengan rapat. Kerebahkan badan ini menghadap kelangit-langit kamar dan kedua buah tanganku menyangga kepala, lalu aku mulai kembali untuk memejamkan mata, kembali berharap untuk dapat merapatkan kelopak mata dengan sempurna. Tetap saja mata ini tidak mau terpejam. Pada akhirnya kubuka mata ini dan kunyalakan lampu kecilku hingga suasana kamar menjadi temaram.<span id="more-187"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Entah apa yang ada dalam pikiranku, hingga mata ini tertuju pada sudut langit-langit kamar. Ada sesuatu yang bergerak-gerak sepertinya benda itu mengibas-bibaskan kepak-kepak sayap. Kucoba untuk mengerutkan kelopak mata dan mulai mengecilkan pupil, agar tingkat ketajaman mata ini dapat menangkap citra apa gerangan benda yang berada disudut langit-langit. Ah.. ternyata seekor kupu-kupu, peduli amat!</p>
<p style="text-align:justify;">Kembali dalam keadaan rebahan, seketika aku berpikir tentang malam ini, ternyata malam ini bukan malam biasa seperti malam yang sudah-sudah. Malam ini adalah malam dimana esok harinya ada salah seorang kawanku yang akan diwisuda. Ya&#8230; dia kawanku satu angkatan atau tepatnya satu kelas, karena memang dalam satu tahun angkatan jurusan kami hanya mengadakan satu kelas, tidak lebih.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami disatukan dalam satu buah kelas perkuliahan, biasanya kelas kami diberi nama sesuai dengan tahun masuk, kebetulan kami masuk pada tahun 2002 sehingga kelas kamipun di namai dengan Angkatan 2002. Angkatan kami hanya dihuni sebanyak 42 orang, dan dalam satu tahun perkulihan, teman kami berkurang menjadi 38 orang, karena sebagian lagi ada diantara teman kami yang keluar dengan alasan kurang cocok antara minat dengan jurusan yang diambil. Hanya dengan sisa 38 orang jelas saja kami menjadi mengenal satu sama lain karena jumlah teman yang sedikit sehingga memudahkan kami untuk saling mengenal, belum lagi serangkaian acara kampus yang membentuk mental kami menjadi lebih mengenal satu sama lain. Dalam perjalanannya selama perkuliahan hati kami menjadi satu padu dalam ikatan bathiniah, kami seperti sudah menjadi saudara saja, bahkan mungkin lebih dari pada saudara.</p>
<p style="text-align:justify;">Jelas saja perasaan itu muncul dikarena selama 5,6,7,8 tahun bukan waktu yang sebentar untuk kita berada dalam keadaan suka dan duka selama menjalani masa-masa perkuliahan. Kadangkala kita saling meminta pertolongan bilamana kita membutuhkan bantuan, dan kitapun saling memahami, yang lebih ekstrem lagi atas nama alasan berkunjung untuk belajar bersama untuk mengerjakan tugas atau hanya sekedar bersilaturahmi, padahal terselip maksud tujuan tertentu yaitu berharap ada sesuap nasi yang dapat dimakan, atau paling tidak dapat menjarah makanan kecil yang ada di kamar kostan. Perilaku-perilaku seperti inilah yang mendekatkan hati kita, karena pada akhirnya kita saling memahami dan memaklumi. Tak pelak lagi kamipun menjadi seperti saudara, tidak ada lagi batas, terbuka dan saling menjaga.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu diantara 37 temanku adalah dia yang akan diwisuda pada hari ini. Dia tidak jauh berbeda dengan temanku yang lainnya. Kami semua berteman, kami semua bersahabat, bahkan kami semua bersaudara. Namun seiring perjalanan waktu ada perasaan lain yang aku simpan pada dirinya, kukagumi kesederhanaannya, aku kagumi keramahannya dan aku kagumi kesholehannya. Hingga pada akhirnya rahasia perasaan dalam diri ini pada dirinya sudah bukan rahasia umum lagi, dan ini telah sampai kepada ketelinganya, yang pada akhirnya merubah kehidupan pertemanan kami, yang tadinya terbuka menjadi tertutup, yang tadinya dekat menjadi jaga jarak.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada awalnya kehidupan pertemanan kami berlangsung secara normal, kami belajar bersama kadang dalam satu kelompok, mengerjakan tugas, diskusi, observasi kami lakukan seperti biasanya bersama seluruh teman-teman kami. Namun semenjak perasaan ini tertambat pada dirinya dan diapun mengetahuinya, semuanya menjadi berubah. Kami sudah jarang satu kelompok lagi, untuk sekedar berbicarapun seperlunya, bahkan cenderung kita menjaga sikap bila saling berhadapan, dan yang lebih memilukan lagi adalah ketika dia menjadi tertinggal dalam menyelesaikan perkuliahnnya, mungkin saja ini dikarenakan ketidaknyamanan dalam mengikuti perkuliahan setelah semua teman-teman kami mengetahui ada sesuatu diantara kami berdua. Maafkan aku kawan, aku tak bermaksud menyakitimu seperti sekarang, aku hanya mencoba untuk terbuka terhadap perasaan ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Kini setelah aku datang kepadanya  dan aku memohonkan maaf yang sebesar-besarnya atas kekhilafanku dan engkaupun memakluminya, kehidupan pertemanan kami kembali seperti sediakala, kami bisa bersua kembali, kadang kita saling berbalas sms, perasaan segan sudah hilang, kini perasaan senang dan bahagia hinggap kembali pada diri ini, setidaknya aku dapat mengetahui kabarmu kawan. Aku sungguh bahagia kawan, terima kasih.</p>
<p style="text-align:justify;">Ah.. Kupu-kupu tadi, dia masih mengibas-ngibaskan sayapnya yang indah, mengingatkan akan pada dirimu kawan, engkau bagaikan kupu-kupu, sayapnya yang indah penuh dengan berbagai corak warna dikibas-kibaskannya, tak jauh beda dengan dirimu kawan, engkau begitu memberi warna dalam kehidupan ini,  keindahan sikapmu, kelembutan hatimu, aku sangat rindukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku harus datang! aku harus datang menghadiri acara wisudaanmu kawan, hari dimana tumpah-ruah berbagai macam kebahagiaan, akupun ingin ikut larut dalam kebahagiaanmu. Karena malam ini aku begitu cemas, aku takut setelah hari wisuda ini, kitapun kembali kepada keadaan yang aku takutkan, dimana kita kembali tertutup kembali, kita kembali menjaga jarak kembali, pada akhirnya kitapun tidak akan saling menyapa. Biarlah hari esok hari terakhir aku bertemu denganmu, terakhir aku melihat senyum manismu. Aku harus datang! aku harus datang! Dan harapanku besok bukanlah pertemuan terakhir kita.  Dan aku hanya ingin mengucapkan ”Selamat! semoga engkau mendapatkan keberkahan dengan statusmu yang baru sebagai seorang sarjana”. Amien</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/odink.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/odink.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/odink.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/odink.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/odink.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/odink.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/odink.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/odink.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/odink.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/odink.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/odink.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/odink.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/odink.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/odink.wordpress.com/187/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=odink.wordpress.com&amp;blog=460780&amp;post=187&amp;subd=odink&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://odink.wordpress.com/2010/12/15/aku-harus-datang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/166c40293734d6870d34e8d85bc8c784?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">odink</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://image.shutterstock.com/display_pic_with_logo/78430/78430,1183065430,1/stock-vector-silhouette-of-hands-throwing-graduation-caps-in-the-air-3633341.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Aku Harus Datng</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat untukmu, Ibu!</title>
		<link>http://odink.wordpress.com/2010/12/12/surat-untukmu-ibu/</link>
		<comments>http://odink.wordpress.com/2010/12/12/surat-untukmu-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Dec 2010 17:38:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>odink</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://odink.wordpress.com/?p=175</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu’alaikum, Segala puji aku panjatkan kehadirat Allah Ajja wajala yang telah memberikan kesehatan sehingga aku dapat beribadah kepadaNya semampuku. Shalawat serta salam aku sampaikan kepada junjungan Nabi Muhammad shalallahu&#8217;alaihi wassalam, keluarga dan para sahabat serta para pengikut-pengikutnya hingga akhir jaman. Wahai ibuku.. Aku menuliskan surat ini manakala dirundung kegelisahan dalam menghadapi hidup ini. Semenjak Aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=odink.wordpress.com&amp;blog=460780&amp;post=175&amp;subd=odink&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Assalamu’alaikum,</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ih3.redbubble.net/work.1304916.3.flat,550x550,075,f.kasih-ibu.jpg"><img class="alignleft" title="Surat untukmu, Ibu!" src="http://ih3.redbubble.net/work.1304916.3.flat,550x550,075,f.kasih-ibu.jpg" alt="" width="133" height="106" /></a>Segala puji aku panjatkan kehadirat Allah Ajja wajala yang telah memberikan kesehatan sehingga aku dapat beribadah kepadaNya semampuku. Shalawat serta salam aku sampaikan kepada junjungan Nabi Muhammad shalallahu&#8217;alaihi wassalam, keluarga dan para sahabat serta para pengikut-pengikutnya hingga akhir jaman.</p>
<p style="text-align:justify;">Wahai ibuku..<br />
Aku menuliskan surat ini manakala dirundung kegelisahan dalam menghadapi hidup ini. Semenjak Aku harus meninggalkan rumah dimana aku dibesarkan dengan kasih sayangmu untuk mengarungi hidup ini, tiap-tiap malam aku selalu teringat akan dirimu, juga ayah. Kain sarung yang engkau berikan kepadaku menjadi penghapus air mata ketika aku meneteskan air mata jika aku teringat akan dirimu. Aku mencoba menulis dan menggoreskan pena diatas secarik kertas ini, sekalipun keraguan dan rasa segan hinggap, akankah engkau membacanya secara seksama.</p>
<p><span id="more-175"></span>Ibu&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Sepanjang   umur  yang  telah  engkau lewati,  kulihat  engkau  telah  menjadi  bungkuk, tak sekuat seperti dulu lagi, ramputmu kini telah memutih,  tubuhmu mulai lunglai lemas. Matamupun sudah mulai memudar dari  ketajaman, karenanya engkaupun mungkin tak akan menghiraukan isi surat  ini sebagai goresan tinta isi hati anakmu.</p>
<p>Ibu&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">28  tahun yang lalu engkau melahirkan aku, mungkin engkau merasakan  kebahagiaan kala itu melahirkan seorang anak laki-laki yang kelak akan  menjadi lelaki sejati. Namun dibalik itu kini aku semakin tahu, engkau  selalu menjagaku dalam kandungan selama 9 bulan, masa-masa itu merupakan  masa paling sulit, untuk tidur, berdiri, makan dan bernafaspun engkau  kesulitan. Setelah aku lahir kedunia ini kesulitanmu bukannya berkurang  malah sebaliknya makin bertambah, engkau selalu memandikanku, memberikan  aku makan, membelikan dan memilih pakaian yang bagus. Pada umur sekolah  dasar engkau selalu menemani aku belajar hingga lonceng bel sekolah  berbunyi, sedang sore harinya engkaupun harus juga menyediakan masakan  untuk kita santap bersama-sama dengan ayah. Malam hari bukannya engkau  istirahat melainkan engkau membersihkan piring-piring bekas kita makan  bersama, setelah itu engkau melicin pakaian yang hendak dipakai esok  pagi untuk aku pakai ke sekolah, hingga engkaupun dapat beranjak tidur  pada waktu tengah malam.</p>
<p>Ibu&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Kala itu aku  merasakan engkau menjadikan aku seorang raja, setiap permintaanku engkau  penuhi, bahkan engkau tak pernah lalai dalam melayaniku, mungkin kalau  ada didunia ini seorang pelayan, engkaulah pelayan yang paling hina  didunia ini, engkau tidak pernah diupah dan tak akan pernah minta upah  dalam melayani anakmu ini. Jikalaupun meminta upah terhadapku, tak  sanggup aku membayarnya, harta kekayaan yang ada didunia inipun bila  dikumpulkan tidak akan sanggup membayar kasih sayangmu yang telah engkau  berikan kepadaku dari kandungan hingga aku dewasa, yang ada engkau  melayani aku dengan penuh kesabaran dan keikhlasan, engkau sungguh mulia  Ibu!</p>
<p>Ibu&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Anakmu kini sudah tumbuh dewasa,  kini anakmu walaupun sedikit sudah dapat menghasilkan uang dari hasil  bekerja. Ingin rasanya memberikan kebahagiaan untukmu. Aku akan  membelikanmu masakan-masakan paling enak yang dulu belum pernah kita  cicipi, pakaian akan kita pilih dan kita beli yang paling bagus dengan  merek terkenal, pada hari libur kita akan menikmati liburan ke taman  tamasya layaknya seperti orang-orang kaya. Tetapi kejadian yang  sudah-sudah dimana aku selalu membawakan oleh-oleh setelah aku pulang  dari luar kota, engkau tidak menampakkan wajah senang dan engkau malah  mengatakan bahwa tidak menyukai makanan-makanan yang aku bawa. Ternyata  sikapmu masih mengkhawatirkan anakmu bilamana menghadapi kehidupan ini  dalam masa-masa sulit, maka dari itu engkau lebih senang bila uang itu  ditabung dan kita makan seperti yang pernah dulu-dulu kita makan, apa  adanya.</p>
<p>Ibu&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">yang aku cemaskan saat ini adalah  begitu banyak kesulitan-kesulitan yang hinggap dalam kehidupan ini  adalah buah dari kedurhakaan anakmu selama dalam masa asuhanmu, walaupun  aku yakin engkau tidak akan pernah mendo&#8217;akan suatu kejelekan untuk  anakmu. Maka dari itu, Ibu maafkanlah anakmu dan ridho&#8217;ilah anakmu untuk  mengarungi kehidupan ini, dan aku tak akan pernah berhenti untuk  memintamu mendo&#8217;akanku.</p>
<p><em>Allahummaghfirli wali wa lidayya warhamhuma kama rabbayani shagira</em></p>
<p>Wassalam, Anakmu</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/odink.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/odink.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/odink.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/odink.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/odink.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/odink.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/odink.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/odink.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/odink.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/odink.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/odink.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/odink.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/odink.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/odink.wordpress.com/175/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=odink.wordpress.com&amp;blog=460780&amp;post=175&amp;subd=odink&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://odink.wordpress.com/2010/12/12/surat-untukmu-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/166c40293734d6870d34e8d85bc8c784?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">odink</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ih3.redbubble.net/work.1304916.3.flat,550x550,075,f.kasih-ibu.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Surat untukmu, Ibu!</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tapak Ibrahim (Pengorbanan Cinta)</title>
		<link>http://odink.wordpress.com/2010/11/22/tapak-ibrahim-pengorbanan-cinta/</link>
		<comments>http://odink.wordpress.com/2010/11/22/tapak-ibrahim-pengorbanan-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Nov 2010 03:27:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>odink</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://odink.wordpress.com/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Ibrahim salah satu sosok teladan paling baik. Ketaatan dan keimanan yang luar biasa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala mewujud pada tindakan yang niscaya akan teramat berat ditunaikan oleh manusia pada umumnya. Ujian datang bertubi-tubi, puncak dari ujian dari segala ujian adalah Ibrahim diperintahkan untuk menyembelih putranya sendiri, Ismail. Mungkin inilah perintah paling &#8220;gila&#8221; dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=odink.wordpress.com&amp;blog=460780&amp;post=168&amp;subd=odink&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 201px"><a href="http://odink.files.wordpress.com/2010/11/ayah.jpg?w=300"><img title="Tapak Ibrahim" src="http://odink.files.wordpress.com/2010/11/ayah.jpg?w=191&#038;h=126" alt="Tapak Ibrahim" width="191" height="126" /></a><p class="wp-caption-text">Tapak Ibrahim</p></div>
<p style="text-align:justify;">Ibrahim salah satu sosok teladan paling baik. Ketaatan dan keimanan  yang luar biasa kepada Allah  Subhanahu wa Ta’ala mewujud pada tindakan  yang niscaya akan teramat  berat ditunaikan oleh manusia pada umumnya.  Ujian datang bertubi-tubi, puncak dari ujian dari segala ujian adalah  Ibrahim diperintahkan untuk menyembelih putranya sendiri, Ismail.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin  inilah perintah paling &#8220;gila&#8221; dari Tuhan, anggapan bagi sebagian umat  manusia. Betapa tidak, seorang ayah harus menyembelih anaknya yang  merupakan pewaris tahta kerajan keluarga, baik-buruknya perilaku anak  kadangkala mematikan akal pikiran sehat <span id="more-168"></span>bagi kedua orangtuanya. Terlebih  Ismail bagi Ibrahim merupakan sosok yang dinanti-nanti dan  diidam-idamkan dalam jangka waktu lama, bahkan cintapun menjadi korban  untuk mendapatkan seorang Ismail. Nabi Ibrahim harus membagi cintanya  antara Siti Hajar dengan Siti Sarah yang memang pada waktu itu  perkawinan antara Ibrahim dan Siti Hajar belum dikaruaniai seorang anak,  harapan Siti Hajar apabila Ibrahim menikahi Siti Sarah akan dikaruniai  seorang anak. Padahal ada keengganan dalam diri Ibrahim untuk menikahi  Siti Sarah, tetapi atas permintaan Siti Hajar, Ibrahim akhirnya menikahi  Siti Sarah walaupun sebenarnya begitu besar cinta Ibrahim kepada Siti  Hajar, dan dia Ibrahim hanya ingin menghabiskan masa tuanya hanya dengan  Siti Hajar seorang.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak sampai disitu pengorbanan cinta  Ibrahim dikorbankan, Ismail yang sangat didambakan dan sangat dicintai,  pada kenyataannya harus disembelih atas nama perintah Tuhan. Manusia  mana yang tega untuk menyembelis sesama manusia apabila memiliki akal  pikiran yang sehat, terlebih yang akan disembelih meruapan darah  dagingnya sendiri. Bukankan harimau saja yang tidak dikaruniai akal  pikiran masih tidak tega untuk memangsa anaknya sendiri. Bahkan ayat  Al-Qur&#8217;an pun dalam Surat Al-Imran ayat 14 bahwa dijadikannya indah pada  diri manusia kecintaan terhadap wanita-wanita, anak-anak dan harta yang  banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak  dan sawah ladang, ini semua merupakan kesenanagan yang ada di dunia.  Sungguh ujian yang teramat sangat berat, akan tetapi karena kesabaran  Ibrahim lah dan keikhlasan Ismail lah yang mengantarkan mereka berdua  untuk menuju keridhoan Allah SWT, tempat kembali yang baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Ibrahim,  Siti Hajar dan Ismail merupakan simbol kesabaran, ketabahan dan  keiklasan, mereka sanggup mengorbankan segala cinta-cinta kepemilikian  yang semu, demi meraih cinta sang pemilik alam raya ini sebagai tempat  kembali sebaik-baiknya tempat melainkan kepada-NYa.<em>Wallahualam</em></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><em>Rabbana innana amanna faghfir lana dhunuubana wa  qinna &#8216;adhaban Naar.</em></li>
<li><em>Ya muqolibal qulub, tsabbit qolbi &#8216;ala diinik</em></li>
<li><em>Allahumma  inni as aluka hubbaka wa hubba mayyuhibbuka wa al ’amalu  al lazi yu  balliguni hubbaka, Allahumma aj’al hubbaka ahabba ilayya min  nafsi wa  ahli wa min al maa il baaridi.</em><em> </em></li>
<li><em>Amien Ya Rabbal&#8217;alamin</em>.</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/odink.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/odink.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/odink.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/odink.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/odink.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/odink.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/odink.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/odink.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/odink.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/odink.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/odink.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/odink.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/odink.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/odink.wordpress.com/168/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=odink.wordpress.com&amp;blog=460780&amp;post=168&amp;subd=odink&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://odink.wordpress.com/2010/11/22/tapak-ibrahim-pengorbanan-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/166c40293734d6870d34e8d85bc8c784?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">odink</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://odink.files.wordpress.com/2010/11/ayah.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Tapak Ibrahim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ayah, Ibu! Ajari Aku!</title>
		<link>http://odink.wordpress.com/2010/09/01/ayah-ibu-ajari-aku/</link>
		<comments>http://odink.wordpress.com/2010/09/01/ayah-ibu-ajari-aku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 03:31:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>odink</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://odink.wordpress.com/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[Ayah! Kata kakek engkau merupakan lelaki terhebat yang pernah dia miliki. Lantas apa yang menyebabkan engkau dibilang paling hebat? Jawab kakek, karena ayahmu ketika masih muda sudah bisa menghidupi dirinya sendiri dan tidak pernah menyusahkan kakek dan nenek. Ayah! Kata nenek engkau merupakan lelaki terkuat yang pernah dimiliki. Lantas apa yang menyebabkan engkau dibilang paling [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=odink.wordpress.com&amp;blog=460780&amp;post=156&amp;subd=odink&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Ayah! Kata kakek engkau merupakan lelaki terhebat yang pernah dia miliki. Lantas apa yang menyebabkan engkau dibilang paling hebat? Jawab kakek, karena ayahmu ketika masih muda sudah bisa menghidupi dirinya sendiri dan tidak pernah menyusahkan kakek dan nenek.</p>
<p style="text-align:justify;">Ayah! Kata nenek engkau merupakan lelaki terkuat yang pernah dimiliki. Lantas apa yang menyebabkan engkau dibilang paling kuat? Jawab nenek, karena ayahmu ketika masih muda sering membantu kakek dan nenek diladang, dia sering memikul beban-beban yang melebihi batas kemampuan seorang anak kecil. Bahkan ayahmu banyak membantu saudara-saudaranya untuk meringankan apa yang menjadi beban mereka.<span id="more-156"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Ayah! Kata ibu engkau merupakan lelaki terkasih yang pernah dimiliki. Kata ibu karena engkau begitu menyayangi keluarganya, dia begitu bertanggung jawab menghidupi keluarganya. Ayah begitu memuliakan ibu dengan menghormati kedua orang tua ibu dan mengurus dan membimbing adik-adik bagaimana caranya untuk berusaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Ibu! Kata kakek engkau merupakan wanita tertabah yang pernah dia miliki. Lantas apa yang menyebabkan engkau dibilang paling tabah? Jawab kakek, karena ibumu ketika masih muda bisa menjaga perasaan kakek dan nenek walaupun keadaan yang di terima tidak sesaui dengan apa yang ia harapkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ibu! Kata nenek engkau merupakan wanita tersabar yang pernah dimiliki. Lantas apa yang menyebabkan engkau dibilang paling sabar? Jawab nenek, karena ibumu ketika masih muda selain suka membantu meringankan beban orang tua, juga bilamana kakek dan nenek sering tidak ada dirumah, ibumu selalu mengurus adik-adiknya yang semuanya laki-laki yang masih kecil-kecil untuk memandikannya, memasakkan makanan, dan juga menemani mereka bermain hingga kakek-dan nenek pulang kerumah malam hari, dan tidak lupa pula ibu melayani kakek dan nenek hingga mereka berdu’a beranjak keperaduan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ibu! Kata ayah engkau merupakan wanita tersayang yang pernah dimiliki. Kata ayah, ibu begitu ikhlas ketika diajak ayah untuk mengarungi hidup ini walaupun ayah tidak memiliki sesuatupun yang bisa dibanggakan. Ketika rumah tangga ayah dan ibu diterpa berbagai cobaaan, ibu masih tetap sanggup tegar dengan menampilkan rona senyuman manis walaupun apa yang mereka alami begitu pahit untuk dirasakan. Bahkan ketika kami anak-anaknya yang ketika kecil sering sakit-sakitan sedang ayahpun tidak mempunyai kepastian pekerjaan, ibu masih tetap merawat, memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya dan memberikan dorongan kepada ayah untuk tetap berusaha dan tawakal.</p>
<p style="text-align:justify;">Ayah, Ibu! Ajari Aku untuk menjadi seperti engkau berdua orang yang hebat, kuat, kasih, tabah, ikhlas dan tersayang..</p>
<address>“Ya Allah berikanlah kebahagian kepada mereka berdua dalam menikmati masa tuanya.”</address>
<address> “Ya allah berikanlah kekuatan kepada hammba untuk dapat memulikan mereka berdu’a.”</address>
<address>“Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).”</address>
<address>“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.”</address>
<address>“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku dan kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”</address>
<p style="text-align:justify;">
<address> </address>
<address> </address>
<address>Robbanaghfir lii wa lii waalidayya wa lilmu’miniina yawma yaquumul hisaab</address>
<address>Robbighfir lii wa li waalidayya wa li man dakhola baytiya mu’minan wa lilmu’miniina wal mu’minaati wa laa tazidizh zhoolimiina illa tabaaro</address>
<address>Robbighfir lii wa li waalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo</address>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/odink.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/odink.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/odink.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/odink.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/odink.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/odink.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/odink.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/odink.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/odink.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/odink.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/odink.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/odink.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/odink.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/odink.wordpress.com/156/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=odink.wordpress.com&amp;blog=460780&amp;post=156&amp;subd=odink&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://odink.wordpress.com/2010/09/01/ayah-ibu-ajari-aku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/166c40293734d6870d34e8d85bc8c784?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">odink</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lelaki Tua Itu! Tak sedikitpun aku menaruh iba padanya.</title>
		<link>http://odink.wordpress.com/2010/08/31/lelaki-tua-itu-tak-sedikitpun-aku-menaruh-iba-padanya/</link>
		<comments>http://odink.wordpress.com/2010/08/31/lelaki-tua-itu-tak-sedikitpun-aku-menaruh-iba-padanya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 09:26:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>odink</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://odink.wordpress.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[Pagi hari tak kalah sibuk lelaki tua itu berkativitas untuk mengais rezeki sebagaimana layaknya orang-orang kebanyakan. Dalam gerobaknya terlihat seonggok tubuh yang sepertinya sedang mendekap seorang anak kecil. Oh..rupanya itu istrinya dan anaknya yang masih tertidur pulas bercampur baur dengan barang rongsok yang dipungut dari sisa-sisa sampar dipinggir jalan. Aku melihatnya sepintas lalu dalam sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=odink.wordpress.com&amp;blog=460780&amp;post=152&amp;subd=odink&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Pagi hari tak kalah sibuk lelaki tua itu berkativitas untuk mengais rezeki sebagaimana layaknya orang-orang kebanyakan. Dalam gerobaknya terlihat seonggok tubuh yang sepertinya sedang mendekap seorang anak kecil. Oh..rupanya itu istrinya dan anaknya yang masih tertidur pulas bercampur baur dengan barang rongsok yang dipungut dari sisa-sisa sampar dipinggir jalan. Aku melihatnya sepintas lalu dalam sebuah bis kota ketika akan pergi untuk beraktivitas.<span id="more-152"></span>Sore hari ketika semua orang mulai menghentikan aktivistasnya, lelaki tua itu pun menghentikan aktivitasnya seharian setelah berkeliling mengitari perumahan-perumahan elit berharap ada sampah-sampah yang masih layak untuk digunakan dan bisa untuk dijual.­­­­­­­ Lelaki tua itupun mulai membersihkan badannya yang telah terkotori oleh debu-debu jalanan dan bau peluhyang menempel dibadannya, sedang istrinya tampak sedang memandikan anaknya. Mereka mandi disebuah kali kecil disekitar perumahan elit yang dimanfaatkan untuk saluran sanitasi rumah-rumah elit itu. Aku melihatnya sepintas lalu dalam sebuah bis kota ketika pulang menuju tempat peristirahatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Malam hari takkala semua orang akan beranjak keperaduan untuk beristirahat, lelaki tua itu pun mulai menghamparkan permadani yang terbuat dari bahan kardus bekas. Tampak lelaki tua, istri, dan anaknya tertidur dengan pulas berselimutkan kain songket rombeng, wajah lelaki tua itu nampak lesu setelah seharian berkeliling mengais rejeki, wajah istrinya nampak meringis menahan lapar setelah ada rejeki sepiring nasi berbagi dengan anaknya. Aku melihatnya sepintas lalu dalam sebuah bis kota ketika pulang mencari makan dikawawa wisata kuliner.</p>
<p style="text-align:justify;">Lelaki Tua Itu! Tak sedikitpun aku menaruh iba padanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam pikirku, itu karena engkau mungkin dulu ketika masih muda disuruh untuk sekolah oleh orang tua engkau tidak mau, walaupun orang tua mu dulu sanggup membiayaimu hingga menyekolahkan ke perguruan tinggi. Lebih celaka lagi ketika engkau dulu sekolah engkau malah sering membolos dari sekolah dan itu berarti mengelabui kedua orang tuamu. Sehingga sekarang engkaupun tidak mempunyai keahlian untuk berusaha setelah di PHK perusahaan yang memperejakanmu.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam pikirku, itu karena engkau mungkin dulu ketika masih muda, ketika engkau memiliki pekerjaan yang tetap, penghasilan yang cukup, mungkin engkau tidak pernah terpikirkan untuk bersyukur dan berbagi dengan orang lain yang kurang beruntung dari engkau, bahkan engkaupun menafikkan Yang Maha Pemberi rejeki, sehingga kini engkaupun dipaksa untuk merasakan bagaimana ketika engkau berada pada posisi tidak memiliki sesuatu apapun.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam pikirku, dasar lelaki tua! Teganya engkau membawa istri dan anakmu berada dalam kesengsaraan.</p>
<p style="text-align:justify;">Setibanya di tempat peristirahatan kurebahkan badan dan sedikit bertafakur apa yang telah aku saksikan tadi pag, siang dan malam, seorang lelaki tua yang menarik gerobak bermuatan anak istrinya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Astagfirullah!</em></p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata yang kasihan itu bukan lelaki tua itu, melainkan aku, kalian dan kita. Ya! Kita kasihan dengan diri kita yang telah dibekali kekayaan ilmu oleh orang tua masih berkeluh kesah dengan keadaan dan bahkan tidak memanfaatknnya untuk memberikan manfaatyang lain kepada orang lain maupun untuk diri sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata yang kasihan itu bukan lelaki tua itu, melainkan aku, kalian dan kita. Ya! Kita kasihan dengan diri kita, ketika masih muda, ketika kondisi fisik masih segar bugar, kita masih saja malas untuk beribadah kedapa Dzat Maha Penguasa Alam Raya ini. Bahkan kecenderunagn kita tidak memanfaatkan waktu luang utnuk hal-hal yang bermanfaat.</p>
<p style="text-align:justify;">Terima kasi lelaki tua! Engkau telah memperngatiku dan aku hanya bisa berdo’a semoga engkau ada dalam lindungan dan ampunan Tuhan, begitupun aku, engkau dan kita. Amiiien.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/odink.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/odink.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/odink.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/odink.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/odink.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/odink.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/odink.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/odink.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/odink.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/odink.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/odink.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/odink.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/odink.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/odink.wordpress.com/152/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=odink.wordpress.com&amp;blog=460780&amp;post=152&amp;subd=odink&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://odink.wordpress.com/2010/08/31/lelaki-tua-itu-tak-sedikitpun-aku-menaruh-iba-padanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/166c40293734d6870d34e8d85bc8c784?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">odink</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Maafkan Bila Aku Memilihmu!</title>
		<link>http://odink.wordpress.com/2010/08/18/maafkan-bila-aku-memilihmu/</link>
		<comments>http://odink.wordpress.com/2010/08/18/maafkan-bila-aku-memilihmu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 05:14:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>odink</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://odink.wordpress.com/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[Kini engkau pun telah tahu duhai gadis pujaanku, setelah aku mengungkapkan perasaanku untuk memantapkan hati mengajakmu untuk meyempurnakan separuh dien kita. Mengapa aku memilih mu? Aku memilihmu karena engkau taat dalam beragama, keyakinanku shalatmu tak pernah lalai dan bahkan qiyamul lail pun engkau sangat rajin. Aku memilihmu karena engkau dari lingkungan yang baik, keluargamu menunaikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=odink.wordpress.com&amp;blog=460780&amp;post=145&amp;subd=odink&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Kini engkau pun telah tahu duhai gadis pujaanku, setelah aku mengungkapkan perasaanku untuk memantapkan hati mengajakmu untuk meyempurnakan separuh dien kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengapa aku memilih mu?</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Aku memilihmu karena engkau taat dalam beragama, keyakinanku shalatmu tak pernah lalai dan bahkan qiyamul lail pun engkau sangat rajin.</li>
<li>Aku memilihmu karena engkau dari lingkungan yang baik, keluargamu menunaikan syari’at Islam dengan baik.</li>
<li>Aku memilihmu karena engkau seorang penyabar, hatimu begitu lapang menerima kepahitan, kesulitan dan rintangan tanpa keluh kesah dan jengkel.<span id="more-145"></span></li>
<li>Aku memilihmu karena engkau sangat memikat hati, kesederhanaamu, tutur kata mu membuat tentram setiap orang yang bergaul denganmu.</li>
<li>Aku memilihmu karena engkau seorang yang amanah,  engkau adalah seorang yang dapat dipercaya dan selalu memenuhi janji.</li>
<li>Aku memilihmu karena engkau bukan wanita pesolek, engkau selalu menampakkan diri apa adanya, dan memperlihatkan budi pekerti yang baik dan akhlaq yang terpuji, pakaianmu pun sederhana.</li>
<li>Aku memilihmu karena engkau senang menyambung ikatan kerabat, keyakinanku engkau suka menjalin dan memeliharan ikatan silahturahmi dengan keluarga dan kerabat.</li>
<li>Aku memilihmu karena perangai dan kata-katamu menyenangkan, wajahmu selalu riang gembira menghadapi orang lain dan sikapmu ramah dalam menerima orang lain.</li>
<li>Aku memilihmu karena engkau patuh dan taat, engkau sangat menjaga diri untuk tidak melanggar larangan agama dan larangan orang tuamu dengan penuh keikhlasan dan ketulusan.</li>
<li>Aku memilihmu karena engkau memiliki kecintaan yang besar tehadap anak kecil, begitu besar perhatianmu kepada anak-anak, senang berkumpul dengan mereka, akrab bergurau dan bercanda dengan mereka, sabar menghadapi tingkah laku mereka dan gembira membimbing dan mengasuh mereka.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Tentunya engkaupun mempunyai segudang kriteria-kriteria seorang laki-laki untuk dijadikan calon pendamping hidupmu dan sering kau sebut-sebutkan dalam do’amu, kelak ia akan menjadi seorang imam untuk dirimu dalam mengarungi kehidupan dunia ini untuk mencapai keridhoan Allah SWT.</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang imam haruslah seorang yang tersucikan dari kesalahan, dosa dan maksiat dengan kata lain ia harus sempurna, hal ini diperlukan untuk mejaga syariat Islam dalam kehidupan keluarga kelak. Seorang imam haruslah memiliki ilmu, hal ini dibutuhkan untuk menjawab permasalah-permasalahan seputar kehidupan keluarga yang sesuai dengan syariat Islam. Dan seorang imam haruslah memiliki keutamaan akhlak dan amalan yang sholeh, hal ini dibutuhkan untuk menjaga keluargannya kelak dari kebatilan-kebatilan.</p>
<p style="text-align:justify;">Akupun menyadari akan diriku sendiri, suatu yang mustahil bagiku untuk menjadi seorang imam bagi dirimu, aku bukanlah seorang yang bebas dari perbuatan dosa dan maksiat, ilmu pun hanya seluas daun kelor, terlebih masalah akhlak aku adalah seorang yang memiliki akhlak yang sangat buruk. Namun selama jantung ini masih berdetak, selama paru-paru ini masih bisa menghirup oksigen, aku akan mencoba untuk menjadi seorang imam seperti yang engkau mau.</p>
<p style="text-align:justify;">Maafkan bila aku memilihmu untuk kujadikan pendamping hidupku, walaupun pilihan ini mengingkari ayat Al-qur’an sebagaimana disebutkan bahwa “wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (QS An Nur:26) karena kita tidak kufu’ dalam beragama. Engkau adalah sebaik-baiknya wanita, tentunya engkau berhak mendapatkan seorang laki-laki pendamping hidupmu adalah sebaik-baiknya seorang laki-laki. Harapanku engkau dapat memudahkan lamaranku untuk meminangmu.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya aku hanya bisa bero’a</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Ya Muqollibal Qulub Tsabbit qolbi &#8216;alad diinik</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Ya Muqollibal Qulub, shorrif qulubana alaa tho&#8217;athik</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Ya Muqollibal Qulub Tsabbit qolbi &#8216;alad da&#8217;watik</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Ya Allah Engkau lah pemilik Lauh Mahfuzh, tulislah dalam skenerioMu bahwa kami berada dalam satu ikatan pasangan. Jadikanlah kami pasangan yang sakinah mawaddah warahmah, sehingga kami memiliki ketentraman dan ketenangan dalam beribadah kepadaMu. </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Ya Allah Jikalau dalam Lauh MahfuzhMu belum tertuliskan hal itu bukankah Engkau bisa menghapus dan merubahnya. Bukankah kekasiMu Muhammad SAW pun bersabda&#8221;Tiada yang bisa merubah takdir selain doa dan tiada yang bisa memanjangkan umur kecuali perbuatan baik&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Amiien Yarabbal ‘Alamien. </em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/odink.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/odink.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/odink.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/odink.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/odink.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/odink.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/odink.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/odink.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/odink.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/odink.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/odink.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/odink.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/odink.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/odink.wordpress.com/145/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=odink.wordpress.com&amp;blog=460780&amp;post=145&amp;subd=odink&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://odink.wordpress.com/2010/08/18/maafkan-bila-aku-memilihmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/166c40293734d6870d34e8d85bc8c784?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">odink</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menebus Dosa pada Kawanku (1)</title>
		<link>http://odink.wordpress.com/2010/08/06/menebus-dosa-pada-kawanku-1/</link>
		<comments>http://odink.wordpress.com/2010/08/06/menebus-dosa-pada-kawanku-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Aug 2010 06:42:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>odink</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://odink.wordpress.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah ya Allah, salah satu perasan berdosa itu telah tertebus satu demi satu, masih banyak tingkah laku dan lisan yang mungkin langsung maupun tidak langusng mengecewakan orang lain. Hari ini orang yang telah terdzolimi secara bathiniah yang mana kehidupan sehari-harinya pastilah terganggu oleh perilaku saya pribadi yang mengundang banyak fitnah-fitnah hinggap pada dirinya. Hingga pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=odink.wordpress.com&amp;blog=460780&amp;post=138&amp;subd=odink&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Alhamdulillah ya Allah, salah satu perasan berdosa itu telah tertebus satu demi satu, masih banyak tingkah laku dan lisan yang mungkin langsung maupun tidak langusng mengecewakan orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Hari ini orang yang telah terdzolimi secara bathiniah yang mana kehidupan sehari-harinya pastilah terganggu oleh perilaku saya pribadi yang mengundang banyak fitnah-fitnah hinggap pada dirinya. Hingga pada akhirnya mungkin menjadikan salah satu alasan baginya untuk menunda menyelesaikan salah satu tugas mulianya.<span id="more-138"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Maka sekitar pertengahan Juni, satu setengah bulan lalu saya menawarkan untuk membatu menyelesaikan tugas mulianya. Pada awalnya ada keraguan dalam hati ini untuk membantunya, sadar betul bahwa untuk menebus dosa lewat memberikan bantuan bisa dipandang merupakan sebuah kamuflase yang dalam peribahasa boleh dibilang “Ada Udang Di Balik Batu”. Perasaan itu terus menerusuk kedalah hati yang paling dalam bahwa apa yang aku lakukan akan menjadi sebuah kesia-siaan, karena apa yang aku lakukan akan dipadang sebelah mata, namun tidak dinyana penawaran itu diterima dengan baik, dan memang betul dalam lubuk hati yang paling dalam aku ingin menebus dosa lewat memberikan bantuan dengan penuh keikhlasan. Lega rasanya!</p>
<p style="text-align:justify;">Hari-haripun berlalu, dan kamipun larut dalam kegiatan masing-masing yang memang memiliki perbedaan tempat dan aktivitas. Dalam waktu satu setengah bulan ini, tugas itu harus terselesaikan, mau tidak mau ini membutuhkan tenaga yang ekstra dan pikiran yang ektsra pula. Dikarenakan perbedaan tempat, pada akhirnya saya hanya bisa membantunya lewat motivasi dan do’a, tidak tiap hari memang saya memberikan motivasi dan memperingatkan dia akan limit waktu yang begitu terbatas untuk menyelesaikan tugas itu. Dan sayapun begitu menaruh hormat padanya, yang dengan gigihnya menyelesaikan tugas ini tanpa bantuan secara fisik dari orang lain,dia menyelesaikannya dengan penuh kesabaran dan ketelitian, yang pada akhirnya rampung juga tugas yang mesti ia selesaikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kuucapkan syukur pada pemilik alam raya ini, pada akhirnya perasaan bersalah itu telah tertebus dengan selesainya tugas ini. Maafkan aku kawan, sungguh aku sangat menyesal.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/odink.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/odink.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/odink.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/odink.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/odink.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/odink.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/odink.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/odink.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/odink.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/odink.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/odink.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/odink.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/odink.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/odink.wordpress.com/138/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=odink.wordpress.com&amp;blog=460780&amp;post=138&amp;subd=odink&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://odink.wordpress.com/2010/08/06/menebus-dosa-pada-kawanku-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/166c40293734d6870d34e8d85bc8c784?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">odink</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Tuhan?</title>
		<link>http://odink.wordpress.com/2010/08/05/mengapa-tuhan/</link>
		<comments>http://odink.wordpress.com/2010/08/05/mengapa-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Aug 2010 05:11:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>odink</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://odink.wordpress.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Seorang anak yang membacok orangtuanya Ayah yang memperkosa anak perempuannya Ibu yang membekap anaknya hinga tewas Kakak laki-laki memperkosa adik perempuannya Berita yang tak habis-habisnya, seolah-olah kejadian tersebut menjadi sebuah jati diri bangsa kita. Kemiskinan&#8230;kemiskinan&#8230;kemiskinan lah penyebabnya! Butakah kedua bola mata para pemimpin kita Tulikah kedua telingan para pemimpin kita Bahkan bisa jadi saraf-saraf kulit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=odink.wordpress.com&amp;blog=460780&amp;post=132&amp;subd=odink&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="padding-left:60px;text-align:justify;"><em>Seorang anak yang membacok orangtuanya</em></p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;"><em>Ayah yang memperkosa anak perempuannya</em></p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;"><em>Ibu yang membekap anaknya hinga tewas</em></p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;"><em>Kakak laki-laki memperkosa adik perempuannya</em></p>
<p style="text-align:justify;">Berita yang tak habis-habisnya, seolah-olah kejadian tersebut menjadi sebuah jati diri bangsa kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemiskinan&#8230;kemiskinan&#8230;kemiskinan lah penyebabnya!</p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;">Butakah kedua bola mata para pemimpin kita</p>
<p style="padding-left:60px;text-align:justify;">Tulikah kedua telingan para pemimpin kita<span id="more-132"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan bisa jadi saraf-saraf kulit mereka sudah terbakar hingga masuk membakar kulit bagian dalam yang mematikan perasaan, hingga para pemimpin kita tidak lagi merasa bersalah dengan kondisi masyarakat yang carut marut. Mereka tidak merasakan lagi rasa tanggung jawab untuk mensejahterakan masyarakatnya. Bahkan yang lebih tragis lagi mereka sudah tidak lagi mempunyai rasa keadilan, sedangkan keadilan merupakan pangkal dari kesejahteraan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan, aku bertanya kepada Mu, apa yang salah dengan negeri yang katanya subur makmur loh jinawi. Kekayaan alampun tumpah ruah, sebuah batu pun pada akhirnya menjadi tanaman, bahkan kail dan jalpun cukup untuk menghidupi kita, begitu Koesplus menggambarkan nusantara kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi mengapa Tuhan masih banyak orang yang sulit untuk mendapatkan sesuap nasi, masih banyak orang yang tigal digubuk-gubuk kumuh, masih banyak orang yang dihinggapi penyakit dengan tidak bisa berobat kerumah sakit karena mahalnya harga pengoban. Kenapa Tuhan?</p>
<p style="text-align:justify;">Dan aku hanya bisa berdo’a, semoga para pemimpin kta diberikan kekuatan untuk memegang amanah sebaik-baiknya. Amiin</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/odink.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/odink.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/odink.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/odink.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/odink.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/odink.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/odink.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/odink.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/odink.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/odink.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/odink.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/odink.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/odink.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/odink.wordpress.com/132/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=odink.wordpress.com&amp;blog=460780&amp;post=132&amp;subd=odink&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://odink.wordpress.com/2010/08/05/mengapa-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/166c40293734d6870d34e8d85bc8c784?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">odink</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
